5 Permainan Anak Usia Dini yang Edukatif

permainan anak edukatifHal yang diperlukan untuk mengasah keterampilan dan kemampuan motorik serta sensorik anak
bukan sekedar teori atau kata-kata. Sebagai orangtua, Anda perlu memberikan contoh nyata
kepada mereka dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini terjadi karena anak cenderung lebih aktif pada
umur antara dua hingga enam tahun. Agar keaktifan dan rasa ingintahu anak bisa tersalurkan
dengan baik, Anda dapat memberikan fasilitas berupa berbagai permainan edukatif.

Perkembangan dunia digital yang semakin pesat mempermudah pengunduhan berbagai
permainan secara gratis dari gawai kita. Agar anak kita terhindar dari kecanduan bermain dengan
gawai, sebaiknya gunakan permainan peraga saja. Ada banyak jenis permainan peraga yang
edukatif untuk anak usia dini yang bisa didapat di toko mainan, seperti yang akan dijelaskan
berikut ini.

1. Kotak Alfabet

Permainan kotak alfabet merpuakan permainan berupa susunan huruf abjad yang
umumnya terbuat dari kayu. Permainan ini juga dilengkapi dengan deretan angka dari nol
sampai sembilan. Melalui permainan edukatif ini, orangtua bisa membantu buah hati
mereka mengenal huruf dan membantu mereka menyusun kata demi kata. Kotak alfabet
sangat direkomendasikan sebagai sarana anak belajar membaca.

2. Balok Kayu Susun

Yang kedua adalah permainan balok kayu susun. Mirip dengan kotak alfabet, permainan
ini juga terbuat dari kayu. Bedanya adalah pada bentuknya yang beragam, mulai dari
segiempat, balok, hingga lingkaran. Biasanya potongan kayu ini diberi gambar untuk
lebih menambah daya tarik anak, seperti misalnya gambar genting untuk bentuk segitiga.
Melalui permainan ini, orangtua bisa mengajari anak untuk mengenal berbagai macam
bentuk sekaligus menyusunnya.
3. Bongkar Pasang (Puzzle)

Puzzle termasuk salah satu permainan edukatif yang sangat digemari anak-anak.
Umumnya, permainan yang satu ini hadir dalam bentuk bongkar pasang atau maze.
Permainan ini sangat bagus bagi perkembangan motorik dan sensorik anak. Mereka akan
menyusun kembali potongan-potongan gambar yang tercerai-berai menjadi satu bentuk
yang utuh. Permainan bongkar pasang memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi. Oleh
karena itu, mulailah dengan bermain puzzle berukuran kecil dengan potongan cukup
besar agar anak tidak kesulitan ketika menyusunnya.

4. Gunting Tempel

Memasuki usia dua hingga enam tahun, anak pasti memiliki ketertarikan tinggi akan
semua benda yang ada di sekitarnya. Orangtua bisa memanfaatkan ketertarikan tersebut
dengan mengajak mereka bermain gunting tempel. Orangtua bisa menggambar bentuk-
bentuk yang sederhana, misalnya buah-buahan. Ajak pula mereka untuk menggunting
bentuk tersebut dan rekatkan pada sebuah kertas kosong dengan bentuk yang sama.
Orangtua juga bisa menuliskan nama sebuah gambar dan mengajari anak untuk
membacanya.

5. Lego

Konsep permainan Lego ini mirip dengan balok kayu susun. Lego bisa dibilang
merupakan bentuk modern dari permainan balok kayu. Bentuk-bentuk dari lego jelas
lebih bervariasi, sehingga anak dapat lebih bebas dalam menyusun sesuai dengan
keinginan mereka. Meskipun harganya terbilang cukup mahal, permainan ini masih saja
diminati oleh banyak orang. Bukan hanya anak-anak, remaja dan orang dewasa pun
menggandrungi permainan ini karena memang seru.

Untuk mencapai perkembangan diri dan karakter yang maksimal bagi anak, orangtua harus
mampu mendidik dan mengarahkan mereka untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang positif,

termasuk pada saat mereka bermain. Usahakan untuk selalu mendampingi anak saat mereka
sedang bermain, terutama ketika berinteraksi di luar rumah untuk mencegah masuknya hal-hal
negatif yang berpotensi untuk ditiru oleh anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *