5 Poin dalam Memilih Permainan Anak yang Mendidik

5 Poin dalam Memilih Permainan Anak yang Mendidik

Ada banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan oleh anak Anda sebelum mereka memulai
pendidikannya di sekolah dasar. Di antaranya adalah dengan memainkan mainan edukasi yang
dapat menstimulasi perkembangan daya pikir mereka dengan cara yang tidak membosankan.
Tentu Anda dan orangtua lainnya ingin agar anak Anda dapat belajar mengenal huruf, angka,
atau mengembangkan kemampuan berkonsentrasi.

Pada artikel ini akan direkomendasikan mainan edukasi untuk usia 4, 5, 6 tahun yang sesuai bagi
anak-anak Anda. Tingkatkan pengetahuan dan kemampuan anak-anak dengan berbagai mainan
edukasi yang menarik dan beragam! Berikut ini ada beberapa poin yang perlu diperhatikan.

  1. Cara memilih mainan edukasi untuk anak usia 4, 5, 6 tahun
    Sebagai awal, akan dijelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memilih mainan
    edukasi untuk anak usia 4, 5, 6 tahun. Mainan edukasi akan membantu merangsang anak
    Anda sehingga kemampuan dan perkembangannya semakin meningkat.
  2. Tingkatkan kemampuan berekspresi dengan bermain menggunakan huruf dan
    angkaPada umumnya, anak-anak mulai tertarik dengan huruf dan angka di usia kurang lebih 4
    tahun. Bahkan, anak-anak dengan kemampuan belajar yang cepat akan bisa menghitung
    sampai angka 100 sekalipun pada usia itu. Anda mungkin terkejut mendapati begitu
    banyaknya huruf dan angka yang anak Anda pelajari hanya dengan membiarkannya
    bermain menggunakan mainan edukasi. Seiring dengan bertambahnya perbendaharaan
    kata mereka, kemampuan berekspresi dengan kata-kata pun akan semakin meningkat.
    Jadi, Anda akan mendapatkan dua manfaat sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
  3. Melatih kemampuan berkomunikasi melalui mainan
    Usia 4, 5, 6 tahun merupakan usia yang cocok bagi anak untuk belajar berkomunikasi
    secara berkelompok. Oleh karena itu, kebanyakan orang tua memasukkan anak mereka
    ke pre-school atau taman kanak-kanak semata-mata agar anak belajar berkomunikasi
    dengan orang lain.Kegembiraan anak saat mereka dapat bermain bersama orang lain, belajar mengikuti
    aturan main yang ada, dan permainan menang kalah akan sangat membantu
    perkembangan otak mereka. Apabila sang anak mengalami kesulitan dalam memainkan
    jenis permainan yang di dalamnya ada penggunaan strategi-strategi, itu adalah hal yang
    biasa. Seminimal-minimalnya permainan tersebut dapat melatih anak Anda untuk
    berpikir.
  4. Mainan yang membangkitkan imajinasi dan kreativitas
    Perlu diperhatikan bagi para orangtua untuk memilih mainan edukasi yang sederhana
    namun dapat membangkitkan imajinasi dan kreativitas anak. Misalnya, mainan edukasi
    yang mempunyai aturan permainan yang sederhana, sehingga nanti sang anak sendiri
    yang mengembangkannya dengan pengawasan orangtua.Mainan seperti balok dan manik-manik yang dapat dibentuk menjadi berbagai macam
    rupa merupakan salah satu permainan yang direkomendasi. Permainan ini melatih dan
    membangkitkan imajinasi dan kreativitas anak Anda yang barangkali tidak terpikirkan
    oleh orang dewasa pada umumnya.
  5. Periksa batasan usia
    Umumnya, setiap mainan memiliki batasan usia minimal atau maksimal untuk bisa
    memainkannya. Batasan usia tersebut menjelaskan tingkat kesulitan suatu permainan.
    Bila usia anak Anda telah melebihi batasan usia minimal dari mainan edukasi yang
    dimainkannya, itu berarti anak Anda sudah mungkin untuk memainkan mainan tersebut.

Ada beberapa mainan yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, walaupun mainan tersebut
memiliki batasan minimal untuk anak usia 3 tahun ke atas. Sebaliknya, terkadang ada juga
mainan yang relatif mudah dimainkan walaupun memiliki batasan usia minimal untuk anak 10
tahun ke atas. Jadi, kategori sulit atau mudahnya sebuah permainan edukasi itu tergantung dari
anak-anak yang memainkannya. Hal itu terjadi karena pada asalnya tiap anak memiliki
kemampuan yang berbeda-beda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *